Tampilkan postingan dengan label ikan dan perikanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ikan dan perikanan. Tampilkan semua postingan

4.14.2015

Al-Quran Menerangkan Kenapa Harus Makan Ikan

“Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan,” (QS. Al-Maaidah: 96)
Fakta membuktikan bahwa usia rata-rata orang yang meninggal akibat penyakit jantung terus mengalami penurunan, sebab meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan koroner.
Meskipun banyak kemajuan besar dibidang pengobatan penyakit jantung, para ahli di lapangan pada dasarnya merekomendasikan bahwa untuk melakukan tindakan pencegahan haruslah berhati-hati sebab akan menjadi fatal karena pencegahan yang salah. Para ahli juga merekomendasikan satu makanan penting untuk kesehatan fungsi jantung dan pencegahan berbagai penyakit, yakni ikan.
Alasan mengapa ikan, ikan merupakan sumber penting untuk menyediakan zat yang diperlukan bagi tubuh manusia dan juga mengurangi resiko berbagai penyakit. Sebagai contoh, telah terungkap bahwa ketika ikan bertindak sebagai perisai dalam hal kesehatan, dimana mengandung asam omega-3 yang dapat dikonsumsi secara teratur mengurangi risiko penyakit jantung dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Fakta bahwa ikan dapat bermanfaat bagi kesehatan, telah dibuktikan secara ilmiah sebagai sumber gizi yang penting, namun jauh sebelumnya telah terungkap dalam Al Qur’an. Allah SWT membuat referensi untuk makanan laut yang secara terperinci dijelaskan dalam Al Qur’an.
"Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. (QS. An-Nahl: 14)

4.15.2011

Insiden Selat Malaka

Insiden Selat Malaka


I Made Andi Arsana - detikNews

Jakarta - Latar Belakang

Kapal Hiu 001 milik petugas Patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengidentifikasi ada dua kapal berbendera Malaysia sedang menangkap ikan di kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Selat Malaka. Begitu kedua kapal ini ditangkap dan digiring ke Pelabuhan Belawan, di tengah jalan ada tiga helikopter Malaysia menghalangi. Petugas di dalam helikopter meminta kedua kapal itu dilepas karena menurut mereka, kapal itu masih berada di kawasan ZEE Malaysia. Merasa melakukan hal yang benar, petugas KKP tidak menggubris peringatan itu dan helikopter pun segera menghilang. Silakan baca latar belakang kasus ini di internet.

Fakta dan fenomena di Selat Malaka

1. Di Selat Malaka, Indonesia dan Malaysia sudah menetapkan garis batas landas kontinen tahun 1969. Garis ini hanya membagi dasar laut, tidak terkait dengan air.
2. Garis batas yang membagi air (ZEE) belum ditentukan hingga kini dan nampaknya negosiasi belum mencapai banyak kemajuan.
3. Artinya, telah ada kejelasan pembagian dasar laut dan kekayaan alam terkait (minyak, gas, dll) di Selat Malaka antara Indonesia dan Malaysia tetapi belum ada pembagian jelas untuk tubuh air dan kekayaan alam terkait, terutama ikan. Lihat juga prinsip penguasaan dan berbagi laut antar negara di sini.
4. Meskipun belum ada batas ZEE, Indonesia dan Malaysia sama-sama memiliki klaim sendiri (unilateral). Indonesia mengklaim garis tengah (median line) antara Indonesia (Sumatra) dan semenanjung Malaysia sebagai garis batas ZEE sedangkan Malaysia ingin menggunakan garis batas landas kontinen 1969 sekaligus sebagai garis batas ZEE.
5. Untuk menegaskan klaimnya, Indonesia bahkan sudah menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan No 1/2009 tentang Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP). Permen ini membagi-bagi wilayah perairan Indonesia menjadi 11 WPP dengan batas terluar WPP mengikuti batas ZEE baik itu yang sudah ditetapkan dengan negara lain maupun yang diklaim sepihak oleh Indonesia. Kawasan terjadinya insiden di Selat Malaka ini termasuk dalam WPP-571 menurut Permen Kelautan dan Perikanan No 1/2009. setidaknya secara sepihak, adanya Permen ini jelas menguatkan posisi Indonesia, meskipun Permen ini tidak berlaku bagi Malaysia.

12.15.2010

Menuju Swasembada Garam 2012

Jakarta | TEKAD dan optimisme Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad bahwa Indonesia akan berswasem-bada garam pada tahun 2012 bukan sesuatu yang mustahil dan bukan tanpa dasar.

Pemerintah menargetkan swasembada garam konsumsi pada 2012 dengan memproduksi garam yodium mencapai 1,16 juta ton, dengan mengoptimalkan lahan yang sudah ada sebanyak 34.000 hektare. Jika tersedia lahan budidaya garam sebanyak 50.000 hektare, maka swasembada garam beryodium dan garam konsumsi dapat tercapai

Sebagai langkah awal menuju swasembada garam tahun 2012 pemerintah akan melakukan revitalisasi peralatan pengolahan garam dengan dana dari yang berasal dari .Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2010 sebanyak Rp 10 miliar.

Menurut Fadel, untuk mewujudkan swasembada garam, paling tidak ada lima isu strategis perlu digerakkan. Pertama, isu kelembagaan akibat lemahnya posisi tawar petambak garam. Kedua, isu infrastruktur dam fasilitas produksi, karena lahan potensial baru setengahnya yang dimanfaatkan untuk memproduksi garam dan di-kelola dengan fasilitas masih tradisional. Ketiga, isu permodalan dan manajemen usaha. Terkait dengan hal ini, harus diakui bahwa pengusaha garam nasional mengalami kesulitan dalam mengakses lembaga keuangan pembiayaan untuk memperoleh modal usaha.

Isu keempat terkait dengan regulasi, yang menyangkut pengaturan pengadaan garam ber-yodium, penetapan harga awal, dan pengaturan garam impor. Kelima, isu tata niaga, terkait dengan impor garam sering dilakukan pada saat panen raya, dan masih tingginya deviasi harga di tingkat produsen dan konsumen, di samping itu hingga kini masih terjadi penguasaan kartel perdagangan garam di ringkat lokal maupun regional.

Dalam kunjungan kerjanya sekaligus Safari Ramadhan di Indramas, pekan lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad berkesempatan meninjau pengolahan industri garam lokal di Desa Kiajaran Wetan, Kecamatan Losarang, Indramas Jawa Barat.

Indonesia yang punya panjang laut terpanjang kedua di dunia sangat ironis jika kebutuhan garam nasionalnya sebagian besar masih diimpor dari Australia dan India. Sementara kebutuhan garam nasional mencapai 1,5 juta ton per tahun.

Di Desa Kiajaran Wetan tersebut, Fadel Muhammad melihat dari dekat bagaimana seorang petani pengolah garam bernama .Ahmad, berinovasi dalam mengolah garam dengan memanfaatkan Ramsol-produk yang berbentuk serbuk yang mampu memutihkan produk garam olahan dan lebih berkualitas. Produk garam olahan Ahmad ini mampu bersaing di pasaran dan bahkan telah memenuhi kebutuhan garam di Indramayu dan wilayah-wilayah lainnya di Pro\1nsi Jawa Barat.

Saat ini, harga garam berkisar Rp300 hingga Rp350 per kilogram. Belum ekonomis. Fadel mengharapkan harga garam sebaiknya di atas Rp450 per kilogram. "Saya rasa masalah tata niaga garam ini perlu dimatangkan. Saya rasa tidak bisa kalau harga garam dibiarkan mengikuti pasar bebas, kita harus intervensi dan membantu petani garam, harga dilepas begitu saja juga industri kita tidak maju," katanya.

Menyikapi hal itu, menurut Fadel Muhammad, pemerintah akan mengalokasikan sejumlah anggaran di kementeriannyauntuk memberda-akan masyrakat pesisir untuk memproduksi garam rakyat. "Kita butuh investasi agar tidak impor garam lagi dan bisa swasembada pada tahun 2012. Ini soal harga diri bangsa, dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia masak kita harus impor garam dari Australia dan India," katanya.

Konsep Minapolitan RpS64,8 Miliar

Untuk minapolitan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menganggarkan dana Rp564,877 miliar pada tahun 2011. Alokasi anggaran untuk minapolitan ikan tangkap Rp364,786 miliar, minapolitan ikan budidaya Rp 141,128 miliar dan pengembangan garam rakyat Rp58,963 miliar.

Pada 2011 KKP merencanakan 41 lokasi minapolitan percontohan, 9 lokasi ikan tangkap yaitu di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Cilacap, Pacitan, Banyuwangi, Ternate, Bangka, Bitung, Medan, dan Amboa

Beberapa lokasi ikan budidaya yaitu di Muaro Jambi (patin), Kampar (patin), Bogor (lele), Banyumas (gurame), Blitar (ikan koi), Gunung Kidul (lele), Morowali (rumput laut), Sumbawa (rumput laut), Sumba Timur (rumput laut), Banjar-Kalimantan Selatan (patin dan nila), Pohu-watu (udang), Boyolali (lele), Klaten (nila), Gresik (udang Vana-mae), Serang (rumput laut dan kekerangan), dan Maros (udang). Yogyo S/ Fauzan Hilal



Sumber : Jurnal Nasional 03 September 2010,hal.10

10.11.2010

Lanskap Peredaran Pangan Laut

Terlalu banyaknya penangkapan ikan di laut menjadi masalah perikanan saat ini.

Para nelayan mengeruk 77,9 juta metrik ton hidupan liar dari laut setiap tahun. Hal ini dapat mengantarkan pada kepunahan perikanan di seluruh penjuru dunia dalam waktu dekat.

Oleh PAUL GREENBERG
Foto oleh JONATHAN CLAY 

Terlalu banyaknya penangkapan ikan di laut menjadi masalah perikanan saat ini. Dengan menggunakan perahu-perahu kecil hingga kapal-kapal pukat raksasa berskala industri, para nelayan mengeruk 77,9 juta metrik ton hidupan liar dari laut setiap tahun.
Menjelang matahari terbit, sebuah pertemuan pangan laut digelar di dekat Pelabuhan Honolulu. Dihadiri sekitar dua lusin pembeli yang memasuki gudang United Fishing Agency dengan mengenakan parka (jaket tebal) musim dingin di atas baju Hawaii mereka untuk menghalau udara dingin dari pendingin ruangan. Mereka tampak sibuk
memencet telepon selular di genggaman, menghubungi klien mereka di Tokyo, Los Angeles, Honolulu – dimana pun ikan-ikan mahal dikonsumsi – dan menunggu.
Tak lama kemudian pintu-pintu muatan besar gudang yang menghadap ke laut bergeser terbuka, dan sebuah parade jenazah penghuni laut di atas palet kayu pun dimulai. Ikan-ikan tuna dengan lingkaran tubuh seukuran roda gerobak. Ikan-ikan todak dan pedang, paruh-paruh tajamnya telah dipotong, berjejer seperti tumpukan batang-batang besi kelabu kusam. Ikan-ikan opah (Lampris guttatus) berbibir tebal dengan mata sebesar keping bola hoki dan kulit bagian tepi berwarna emas. Semua tersusun dan terpajang rapi di aula.

5.04.2010

Minyak Ikan Belum Tentu Cegah Kepikunan

Ada info terbaru tentang minyak ikan, ternyata katanya tidak eh belum tentu mencegah kepikunan, nah loh...
tapi menurut saya sih penelitian kok hanya 24 bulan dan obyek penelitiannya kakek2 dan nenek2, coba kalau balita, bisa jadi hasilnya lain... (kira2 mode on)
tapi artikel ini bisa jadi wawasan kita, selamat membaca...

oleh Restia Juwita

30/04/2010 16:29 | Info Kesehatan

Liputan6.com, London: Berdasarkan sejumlah penelitian, orang mengonsumsi ikan lebih banyak memiliki fungsi mental yang lebih baik. Bahkan, sangat kecil kemungkinan terkena demensia alias kepikunan. Namun, setelah mengamati 748 pria dan wanita dengan rata-rata berusia 70-an, para peneliti dari London School of Hygiene dan Ilmu Kedokteran Tropis justru meragukan beberapa hubungan ini.

"Ini merupakan temuan penting karena banyak orang yang mengonsumsi minyak ikan dengan harapan bahwa itu akan baik untuk fungsi kognitif mereka," ucap seorang peneliti, Doktor Alan D. Dangour.

"Masalah dengan banyak studi ini tentu saja ada banyak alasan mengapa orang makan ikan lebih banyak," kata Dangour. Sembari menambahkan, ia tidak menutup kemungkinan bahwa pengambilan minyak ikan untuk jangka waktu yang lebih lama mungkin berefek menguntungkan.

Penelitian yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition, dengan melibatkan 748 pria dan wanita berusia 70-an yang tidak ada satu pun menderita demensia atau penurunan fungsi mental lainnya.