Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan

3.18.2015

Cara Menanam Tanaman Hidroponik Sederhana [Gambar]

Salah satu cara untuk mendapatkan sayuran segar tanpa pestisida adalah dengan menanam sendiri sayuran. Yang jadi masalah adalah tidak semua orang mempunyai lahan untuk menanam sayuran. Oleh karena itu ada cara dimana anda bisa menanam sayuran dengan memanfaatkan air sebagai media pengganti tanahnya atau yang disebut juga dengan hidroponik.
Bagi yang mempunyai hobi berkebun, cara hidroponik ini dapat menghilangkan stress. Tapi bagaimana ya cara membuat tanaman hidroponik? Jangan khawatir, pada artikel ini akan dibahas cara menanam hidroponik sehingga hasilnya bisa dikonsumsi oleh keluarga.
cara menanam hidroponik
cara bertanam hidroponik
Sesuai namanya, hidroponik adalah cara bertanam menggunakan media air sehingga tidak memerlukan tanah atau area yang luas. Secara sederhana, hidroponik adalah metode budidaya tanaman dengan menggunakan air yang diperkaya dengan nutrisi, bukan tanah. Hal ini membuat parameter seperti nutrisi, pengendalian hama, dan pencahayaan lebih mudah dikelola.
Hidroponik tidak memerlukan pemakaian herbisida dan pestisida beracun sehingga lebih ramah lingkungan dan sayuran yang dihasilkan pun akan lebih sehat. Bertanam dengan hidroponik akan menghasilkan tanaman berkualitas baik dan bebas kimia. yang pastinya sehat buat kita semua dan anak-anak.
cara membuat tanaman hidroponik
Laju pertumbuhan tanaman hidroponik bisa mencapai 50% lebih cepat dibanding tanaman yang ditanam di tanah pada kondisi yang sama. Alasan untuk ini adalah karena tanaman hidroponik langsung mendapatkan makanan dari air yang kaya nutrisi. Kondisi ini juga membuat tanaman tidak perlu akar besar untuk mencari nutrisi. Dan karena energi yang diperlukan untuk pertumbuhan akar lebih sedikit, sisa energi bisa disalurkan ke bagian lain dari tanaman.
Tanaman hidroponik tumbuh sehat, kuat, dan bersih. Hidroponik juga ramah lingkungan karena tidak membutuhkan air sebanyak berkebun secara konvensional. Ini karena hidroponik tidak memerlukan penyiraman sama sekali.
tanaman hidroponik
Berikut cara menanam tanaman hidroponik dengan cara paling sederhana:
cara menanam tanaman hidroponik
Alat:
  1. Botol plastik air mineral bekas,
  2. Gelas plastik bekas air mineral,
  3. Jerigen plastik bekas minyak goreng,
  4. Kain untuk sumbu (kain panel lebih bagus)
  5. Nutrisi hidroponik.
  6. Media tanam (rocwool, arang sekam, kerikil, pasir malang, pecahan bata merah). Pilih yang paling mudah didapat.
Kita bisa melihat betapa sederhananya bahan yang dibutuhkan. Bahkan kebanyakan besar dari barang bekas. Jadi menanam model hidroponik sederhana ini selain kita bisa mendapatkan tanaman sayuran yang sehat dan subur, kita juga bisa memanfaatkan barang barang bekas. Sehingga botol bekas, jerigen bekas dan gelas plastik bekas yang mestinya dibuang dan menjadi limbah ternyata masih bisa diambil manfaatnya.

Langkah-langkah cara membuat tanaman hidroponik

Hidroponik Wick dengan botol bekas :
1. Potong botol menjadi 2 bagian. (atas dan bawah)
botol-plastik
2. Lubangi bagian atas (daerah leher botol) untuk pemasangan sumbu dan aliran udara
3. Pasang sumbu pada bagian bawah botol
botol-air
4. Masukkan bagian atas botol ke bagian bawah botol dengan cara dibalik.
botol-bekas-hidroponik
5. Isi bagian atas botol dengan media tanam (bisa rockwool, spon, sekam bakar atau pecahan bata merah). Pilih saja mana yang paling mudah didapat. Karena fungsi media ini hanya untuk pijakan akar agar tidak rebah.
6. Tanam bibit atau taburkan 2-3 biji bibit tanaman ke dalam media tanam.
botol-plastik-hidroponik
7. Siram dengan larutan nutrisi hidroponik.
8. Simpan di tempat yang tidak terkena hujan tetapi masih bisa mendapat sinar matahari.

Membuat Larutan Nutrisi Hidroponik

Bahan:
  • Pupuk Urea…………………………………………….1000 gr.
  • Pupuk KCL …………………………………………… 1000 gr.
  • Pupuk NPK …………………………………………… 1000 gr.
  • Pupuk daun Gandasil ( Growmore ) ……………. 50 gr.
Peralatan:
  • Ember bervolume 20 Liter.
  • Drum plastik bervolume 100 liter
  • Timbangan digital
  • Alat pengaduk
  • Air sumur, air sungai,
  • Air PAM tidak diperkenankan kecuali yang sudah diendapkan selama 7 – 10 hari.
Cara membuat:
  • Masukkan semua bahan yang telah ditimbang ke dalam ember volume 20 liter.
  • Tuangkan air sumur sebanyak 20 ltr ke dalam ember tersebut sedikit demi sedikit sambil diaduk – aduk lanjutkan pengadukan hingga air mencapai volume 20 liter dan tidak ada lagi pupuk yang masih mengkristal (tidak ada endapan)
  • Tuangkan larutan pekatan tadi ke dalam bak penampungan volume 100 liter.
  • Kucurkan air sumur kedalam bak penampungan sambil diaduk – aduk hingga penuh (mencapai volume 100 liter).
  • Larutan Nutrisi siap digunakan.
modifikasi-hidroponik
modifikasi-hidroponik-2
modifikasi-hidroponik-3
klik gambar untuk memperbesar
modifikasi-hidroponik-4modifikasi-hidroponik-5Saya sarankan mulai dari tanaman sayuran dulu, yang lumayan cepat tumbuhnya, misal : sawi, cabe, tomat, selada, bayam, kacang…dll
Nah dengan gambaran di atas tentunya anda mendapat inspiratif membuatnya di rumah…cocok buat kita yang hidup di perkotaan ala urban  ayo kita bikin rumah kita sejuk, dan sehat dengan berkebun ala hidroponik, selain mudah, hemat, sehat, anti globalwarming
Video Tutorial 1

Video Tutorial 2

Video Bertanam Hidroponik
Atau anda bisa lihat kumpulan video hidroponik di sini. Jadi selamat mencoba.

6.23.2011

Kompos Limbah Dapur

Menyenangkan bila memiliki kebun di pekarangan rumah dengan tanaman dan tanah yang sehat. Namun, beberapa masih menggunakan pupuk kimia sebagai penyubur tanah dan tanaman. Bagi Anda, ibu rumah tangga, tak perlu repot membuat pupuk kompos karena bahan yang digunakan berasal dari dapur dan diproses dengan cukup mudah.
Membuat pupuk kompos sendiri dapat menghemat pengeluaran Anda dan juga menyehatkan tanah. Tak hanya itu, membuat kompos sendiri dapat memanfaatkan sampah organik yang ada di dapur.
Pengomposan merupakan pekerjaan paling mudah yang dilakukan oleh alam. Anda hanya harus mempelajari komposisi bahan yang tepat dan proporsinya dan memberikan beberapa waktu agar bahan bercampur dengan merata.
Komposisi kompos
Ada tiga komposisi utama yang penting dalam pembuatan kompos yaitu, bahan ‘hijau’ atau bahan yang kaya akan nitrogen, bahan ‘coklat’ atau bahan yang kaya akan carbon, air, dan udara. Bahan ‘hijau’ merupakan sampah kebun yang sebagian besar adalah rumput dan daun. Bahan ‘hijau’ juga dapat termasuk limbah dapur seperti kulit buah dan sayuran, dan limbah dapur lainnya (tak termasuk daging dan lemak).
Komposisi bahan pupuk kompos dapat juga berasal dari buangan hewan, baik peternakan maupun unggas.  Anda harus ingat, buangan anjing dan kucing tak boleh dicampurkan ke dalam kompos. Begitu pula dengan ikan atau makanan yang telah dimasak.
Untuk bahan ‘coklat’, Anda dapat memasukkan beberapa ranting kebun, bubuk gergaji, kardus, dan sampah kertas, cabang kecil yang Anda dapat dari pemangkasan pohon.
Air merupakan bahan penting dalam pembuatan kompos karena akan membiarkan bahan-bahan tersebut membusuk. Bagaimanapun, diperlukan dosis yang tepat untuk pembuatan kompos. Jika kurang air, maka kompos Anda tidak terdekomposisi dan jika kelebihan air maka kompos yang dibuat tidak terlalu bagus. Kelebihan air akan membuat kompos menjadi bau, yang artinya Anda mengolah bakteri yang tak diinginlan dalam kompos Anda. Membiarkan udara dalam proses pengomposan akan mempercepat proses.
Bagaimana cara membuatnya?
Anda dapat memulai pengomposan dengan memasukkan semua bahan yang dikumpulkan ke dalam tempat sampah. Pastikan Anda menuangkan bahan ‘hijau’ dan ‘coklat’ dengan jumlah yang sama dan percampuran antara bahan yang keras dan lunak harus bercampur sempurna agar mudah membusuk. Tambahkan buangan hewan pada tumpukan sampah kertas agar proses pembusukan cepat. Anda dapat juga menambahkan tanah kebun ke dalam tumpukan kompos.
Selanjutnya, Anda dapat membalik tumpukan kompos seminggu sekali agar udara luar dapat masuk. Anda dapat menentukan bahwa Anda mendapatkan kompos yang tepat karena kompos akan menjadi panas pada pertengahan proses pengomposan. Juga tambahkan, air setiap minggunya jika tak ada hujan untuk melembabkan tumpukan tersebut (hanya melembabkan bukan membuatnya basah).
Jika Anda tak merasakan panas pada tumpukan tersebut, Anda dapat membiarkan kompos membusuk sendiri. Kira-kira satu atau dua bulan, Anda akan mendapatkan kompos coklat tua dan siap untuk kebun Anda.
Ada satu cara untuk memecah pupuk kompos lebih mudah dengan membakar kompos. Membakar merupakan cara instan untuk memecah bahan organik, walaupun melalui proses tersebut, Anda akan kehilangan beberapa nilai biologis dari bahan kompos Anda. Mungkin cara yang dapat Anda lakukan untuk memecah kompos dengan menngaduk dan mencampurnya (bukan seluruh bahan kompos), tetapi beberapa bahan saja.
Dalam melakukan pemupukan organik, Anda harus berhati-hati ketika menggunakannya karena dosis mineral akan lebih tinggi dalam bentuk yang lebih mentah. Artinya, Anda harus berhati-hati mengenai kebutuhan individual tanaman yang diberi pupuk dan apakah mereka akan berkembang dengan tanah asam atau basa.

Selamat mencoba
Sumber: ezinearticles.com
Sumber foto: matoa.org

1.21.2011

Mari membuat kompos skala rumah tangga

Salah satu dari pola hidup hijau yang dapat kita laksanakan adalah mengelola sampah organic rumah tangga, dengan membuatnya menjadi kompos.

Kompos adalah pupuk yang dibuat dari sampah organic organic.
Pembuatannya tidak terlalu rumit, tidak memerlukan tempat luas dan tidak memerlukan banyak peralatan dan biaya. Hanya memerlukan persiapan pendahuluan, sesudah itu kalau sudah rutin, tidak merepotkan bahkan selain mengurangi masalah pembuangan sampah, kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sendiri, tidak perlu membeli.

Kompos berguna untuk memperbaiki struktur tanah, zat makanan yang diperlukan tumbuhan akan tersedia. Mikroba yang ada dalam kompos akan membantu penyerapan zat makanan yang dibutuhkan tanaman. Tanah akan menjadi lebih gembur. Tanaman yang dipupuk dengan kompos akan tumbuh lebih baik. Hasilnya bunga-bunga berkembang, halaman menjadi asri dan teduh. Hawa menjadi segar karena oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan.

5.25.2010

Biopori

Biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Dr. Kamir R Brata, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor. Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama biopori.

Secara alami, biopori adalah lubang-lubang kecil pada tanah yang terbentuk akibat aktivitas organisme dalam tanah seperti cacing atau pergerakan akar-akar dalam tanah. Lubang tersebut akan berisi udara dan menjadi jalur mengalirnya air. Jadi air hujan tidak langsung masuk ke saluran pembuangan air, tetapi meresap ke dalam tanah melalui lubang tersebut.

Tetapi, di daerah perkotaan, keberadaan pepohonan semakin tergusur oleh bangunan-bangunan sehingga lubang biopori menjadi semakin langka. Lagi pula, banyaknya pepohonan tidak selalu mengartikan akan ada banyak air yang terserap, karena permukaan tanah yang tertutup lumut membuat air tidak dapat meresap ke tanah.

Tujuan / Fungsi / Manfaat / Peranan Lubang Resapan Biopori / LRB:
  1. Memaksimalkan air yang meresap ke dalam tanah sehingga menambah air tanah.
  2. Membuat kompos alami dari sampah organik daripada dibakar.
  3. Mengurangi genangan air yang menimbulkan penyakit.
  4. Mengurangi air hujan yang dibuang percuma ke laut.
  5. Mengurangi resiko banjir di musim hujan.
  6. Maksimalisasi peran dan aktivitas flora dan fauna tanah.
  7. Mencegah terjadinya erosi tanah dan bencana tanah longsor.

Tempat yang dapat dibuat / dipasang Lubang Resapan Biopori:
    • Pada alas saluran air hujan di sekitar rumah, kantor, sekolah, dsb.
    • Di sekeliling pohon.
    • Pada tanah kosong antar tanaman / batas tanaman.


Alat yang digunakan untuk membuat Lubang Resapan Biopori:

Bor tanah (Bor Biopori) atau alat lain yang dapat membuat lubang vertikal, seperti linggis dan alat untuk mengeluarkan tanah dari mata bor.


Bahan-bahan  yang bisa dimasukkan ke dalam Lubang Resapan Biopori:

Adalah bahan-bahan yang mudah terurai oleh fauna tanah, misalnya daun, rumput dan sisa-sisa makanan atau yang biasa disebut sampah organik. Tapi jangan memasukkan sampah anorganik ya, seperti plastik, kaleng, mika/fiber karena tidak dapat terurai.


Cara Pembuatan Lubang Resapan Biopori:
Membuat lubang silindris di tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman 30-100 cm serta jarak antar lubang 50-100 cm.
Tanah yang akan dilubangi disiram dengan air supaya mudah untuk dilubangi.
Mulut lubang dapat dikuatkan dengan semen setebal 2 cm dan lebar 2-3 centimeter serta diberikan pengaman agar tidak ada anak kecil atau orang yang terperosok.
Lubang diisi dengan sampah organik seperti daun, sampah dapur, ranting pohon, sampah makanan dapur non kimia, dsb. Sampah dalam lubang akan menyusut sehingga perlu diisi kembali dan di akhir musim kemarau dapat dikuras sebagai pupuk kompos alami.
Jumlah lubang biopori yang ada sebaiknya dihitung berdasarkan besar kecil hujan, laju resapan air dan wilayah yang tidak meresap air dengan rumus = intensitas hujan (mm/jam) x luas bidang kedap air (meter persegi) / laju resapan air perlubang (liter / jam).

Untuk menghindari bahaya terperosok dan longsoran tanah pada lubang resapan biopori, bisa dilakukan dengan:
Beri paralon (pipa pvc) seukuran lubang dengan panjang 10-15 cm
Bila diperlukan, tambahkan penyemenan (campuran semen dan pasir) di sekeliling mulut lubang
Bila daerah lubang sering dilalui orang, tutup lubang dengan kawat atau jaring

Ditulis oleh matoa dalam kategori Info Lingkungan, Tips tanggal 11 Apr 2010 
Sumber :
Kementerian Negara Lingkungan Hidup