5.05.2010

Mengenang Rantisi: Dokter yang Rindu Syahid


Nama tokoh ini menginspirasi kami untuk dijadikan bagian dari nama anak ke tiga kami : HAFIZH RANTISI, semoga anak kami dapat menjaga nilai2 yang selalu diperjuangkan Dr. Abdul Aziz Rantisi.
Berikut artikel tentang beliau yang diambil dari Eramuslim.com baca lebih lengkap klik di sini

Banyak dokter di muka bumi dengan berbagai macam keahlian dan spesialisasinya, tetapi sedikit sekali di antara mereka yang hafal Al-Qur’an dan merindukan syahid di jalan Allah, di antara yang sedikit itu adalah dokter Abdul Aziz Rantisi. Dokter Abdul Aziz Rantisi lahir pada tanggal 23 Oktober 1947 di desa Bina, terletak di antara Askalan dan Yafa. Memiliki nama lengkap Abdul Aziz Ali Abdul Hafidz Ar Rantisi merupakan seorang dokter spesialis anak yang pernah bertugas di Rumah Sakit Naser, di lingkungan Kamp Khan Yunis, Jalur Gaza pada tahun 1976.

Beliau aktif disejumlah organisasi dintaranya sebagai anggota Komite Islam, Organisasi Kedokteran Arab di Jalur Gaza. Menjadi dosen di Universitas Islam Gaza sejak dibuka pada tahun 1987 dengan memberikan mata kuliah Ilmu Genetik dan Parasit.

Abdul Aziz Rantisi merupakan murid dari Syekh Ahmad Yasin, tokoh spiritual, qiyadah/ pemimpin pejuang Palestina melawan penjajah Zionis Israel di abad modern ini. Di bawah bimbingan Syekh Yasin, Abdul Aziz Rantisi dapat memahami arti kehidupan dan perjuangan untuk meraih kesuksesan/ keberuntungan yang sesungguhnya, tegar dalam menghadapi cobaan, tidak terbuai dengan godaan dunia dan yang lebih penting lagi adalah bercita-citanya untuk mati syahid.

5.04.2010

Minyak Ikan Belum Tentu Cegah Kepikunan

Ada info terbaru tentang minyak ikan, ternyata katanya tidak eh belum tentu mencegah kepikunan, nah loh...
tapi menurut saya sih penelitian kok hanya 24 bulan dan obyek penelitiannya kakek2 dan nenek2, coba kalau balita, bisa jadi hasilnya lain... (kira2 mode on)
tapi artikel ini bisa jadi wawasan kita, selamat membaca...

oleh Restia Juwita

30/04/2010 16:29 | Info Kesehatan

Liputan6.com, London: Berdasarkan sejumlah penelitian, orang mengonsumsi ikan lebih banyak memiliki fungsi mental yang lebih baik. Bahkan, sangat kecil kemungkinan terkena demensia alias kepikunan. Namun, setelah mengamati 748 pria dan wanita dengan rata-rata berusia 70-an, para peneliti dari London School of Hygiene dan Ilmu Kedokteran Tropis justru meragukan beberapa hubungan ini.

"Ini merupakan temuan penting karena banyak orang yang mengonsumsi minyak ikan dengan harapan bahwa itu akan baik untuk fungsi kognitif mereka," ucap seorang peneliti, Doktor Alan D. Dangour.

"Masalah dengan banyak studi ini tentu saja ada banyak alasan mengapa orang makan ikan lebih banyak," kata Dangour. Sembari menambahkan, ia tidak menutup kemungkinan bahwa pengambilan minyak ikan untuk jangka waktu yang lebih lama mungkin berefek menguntungkan.

Penelitian yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition, dengan melibatkan 748 pria dan wanita berusia 70-an yang tidak ada satu pun menderita demensia atau penurunan fungsi mental lainnya.

5.03.2010

Surat Terbuka

Surat ini belum terkirimkan kepada tujuan, karena masih menunggu hasil 'Banding' yang katanya sedang dilayangkan oleh Biro Kepegawaian KKP (informasi dari Kabag Mutasi tanggal 10 Pebruari 2010) kepada BKN Pusat.
Agar arsip surat ini nggak hilang (karena virus, terdelete, atau kerusakan harddisk dsb) maka kami taruh diblog ini, sekalian barangkali ada yang bisa kasih saran masukan.
Tidak ada keinginan untuk memaksakan penyesuaian gelar pada penulisan surat ini, hanya kami butuh keadilan.
Bahwa aturan harus berlaku kepada siapa saja, tidak pandang bulu.
Apa yang saya usahakan ini adalah sebagai bentuk tanggung jawab saya kepada keluarga yang telah rela sebagian rejeki, waktu dan perhatian ayahnya berkurang demi sebuah cita-cita.